Dalam Kenangan STAIMAS : Bapak Nawir Karnajaya, ST (Alm.)

Sukabumi (Staimas) - Beliau lahir di Palembang pada tanggal 6 Mei 1965. Pendidikan terakhir yang ditempuhnya adalah S1 di Institut Teknologi Indonesia (ITI), Fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik dan Manajemen Industri. Meskipun beliau merupakan seorang lulusan Sarjana Teknik, namun beliau diberkati oleh Alloh Swt. dengan kemampuan berbahasa Inggris yang sangat baik sehingga bisa menjadi dosen Mata Kuliah Bahasa Inggris di STAIMAS dan mulai mengabdi sejak tahun 2015 hingga tahun 2019 sebelum akhirnya Alloh Swt memanggil untuk kembali kepada-Nya.

Beliau meninggalkan 3 orang anak dan 1 orang istri. Selama hidupnya, beliau dikenal sebagai orang yang baik dan rendah hati. "Pak Nawir merupakan orang yang sangat baik, konsisten dan sangat bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya. Mesikpun beliau sakit, beliau masih menyempatkan diri untuk tetap mengisi mata kuliah Bahasa Inggris dalam keadaan yang tertatih-tatih demi menyampaikan ilmu kepada mahasiswanya", ucap salah satu staf STAIMAS.

Menurut Ketua STAIMAS yaitu Bapak Ahmad Bisri Musthafa MA, "Pak Nawir merupakan salah satu orang yang memberikan banyak kontribusi bagi STAI Al-Mas'udiyah. Almarhum banyak memberikan kontribusi ke STAIMAS yang diantaranya adalah memberikan materi Mata Kuliah Bahasa Inggris, walaupun secara latar pendidikannya beliau bukan lulusan Sastra Inggris melaikan Teknik, namun Alloh Swt. memberikan kelebihan beliau mampu menguasai dan memahami Bahasa Inggris dengan sangat baik. Beliau telah memberikan warna dalam perjalanan pendidikan di STAI Al-Mas'udiyah terutamanya di bidang Bahasa Inggris. Oleh karena itu, maka tidak bias kita pungkiri bahwa beliau adalah seorang pribadi yang baik. Kita semua berharap bahwa apa telah dilakukan oleh Pak Nawir akan menjadi amal baik baginya".

Sebelumnya, Almarhum sempat dirawat di salah satu Rumah Sakit di Sukabumi yaitu RS. As-Syifa selama 1 minggu karena beliau merasa bahwa kesehatannya mulai terganggu. Setelah menjalani perawatan yang intensive selama 1 minggu di Rumah Sakit, perkembangan kesehatan almarhum mulai membaik dan diperbolehkan pulang oleh dokter untuk selanjutnya melakukan rawat jalan. Namun, pada hari Jum'at (20/9) pagi hari kesehatannya kembali memburuk dan beliau dilarikan ke RS. Kartika dan kemudian di rujuk ke RSUD R. Syamsudin hingga akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 11:30 WIB dikarenakan penyakit komplikasi yang di deritanya. Almarhum dikebumikan keesokan harinya di TPU Tegal Kilang, Mangkalaya, Sukabumi, Jawa Barat. (Sofie - Tim Redaksi)