Kemenag Menargetkan 2500 Mahasiswa Asing di PTKI

Tangerang (Pendis) - Itulah salah satu target minimal Ditjen Pendidikan Islam tahun 2018 yang disampaikan pada gelaran acara Ngopi Nusantara (Ngobrol-ngobrol Pendidikan Islam Nusantara) di Bengkel Kreatif Hello Indonesia Perigi Tangerang. Kamaruddin Amin menyatakan bahwa Indonesia layak melakukan terobosan tersebut. Memberi beasiswa kepada mahasiswa asing menjadi keharusan. Sebagian besar universitas di dunia mengalokasikan beasiswa mahasiswa asing, termasuk Mesir. dan Yaman.

"Padahal dari sisi kesejahteraan, negara kita lebih sejahtera dibanding dua negara tersebut," tegas Kamaruddin. Menurut Menteri Agama, menghadirkan mereka di PTKI agar PTKI juga berbenah. "Seperti kalau kita akan kedatangan tamu, pasti pemilik rumah akan berbenah, walau sedikit," ujar Lukman Hakim berargumen. Menurutnya, kehadiran mereka bisa menjadi pemicu agar PTKI meningkatkan kualitas pendidikannya.

Dalam obrolan bersama para aktivis dan praktisi media baik media pers mahasiswa maupun media profesional, Kamaruddin menyampaikan bahwa sebenarnya dj program tahun 2018 ditargetkan mencapai angka 5000 mahasiswa asing. "Karena tahun pertama, target minimal 2500 orang bisa tercapai," jelasnya lebih lanjut.

Dalam obrolan santai ini, media memuji dua langkah yang telah dilakukan Kementerian Agama dalam bidang pendidikan, yakni formalisasi Ma`had Aly dan transformasi kelembagaan PTKIN ke UIN. Meskipun demikian ada sejumlah kekhawatiran dengan dua langkah besar tersebut. "Formalisasi Ma`had Aly akan menjadi pilihan utama masyarakat jika hendak mengkaji agama. Akibatnya, kualitas keagamaan input UIN tidak akan sebagus periode IAIN tahap pertama," komentar Asrori S Karni, wartawan senior Gatra menyampaikan.

Selain itu gelombang "UINisasi" akan mendorong PTKIN berusaha berkompetisi dan menjadi perguruan tinggi yang diperhitungkan masyarakat dunia. Acara kongkow-kongkow ngobrol santai tentang pendidikan Islam ini memang dimaksudkan menggali informasi dari outsider selain juga untuk mendapatkan masukan atau kritik konstruktif. Kita semua berharap pendidikan Islam Indonesia bisa jadi rujukan dunia yang menebar rahmat bagi sekalian alam. (n15/dod - http://pendis.kemenag.go.id)