Menag: PTKI Bukan Sarang Radikalisme

Pekanbaru (Pendis) - Beberapa bulan yang lalu dan bahkan sampai sekarang, publik digemparkan dengan stigma negatif bahwa salah satu sarang Islam radikal yang melakukan terorisme berada di kampus yang notabene adalah kaum terdidik dan terpelajar. Namun berbeda halnya dengan kampus Perguruan Tinggi Keagaamaan Islam (PTKI) di bawah Kemneterian Agama RI. "Saya yakin, seluruh civitas akademika PTKI tak satupun yang terlibat dalam kelompok Islam Radikal yang cenderung anti Pancasila dan NKRI dikarenakan sejak lahirnya PTKI beberapa tahun setelah kemerdekaan RI, mengedepankan Islam yang wasathan, moderat," kata Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, di hadapan ratusan mahasiswa PTKI se-Nusantara dalam gelaran 2 tahunan Perkemahan Wirakarya ke XIV di UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Kamis (03/05).

Salah satu bukti kongkret bahwa mahasiswa PTKI tidak "ikut-ikutan" dalam gerakan transnasional yang mengusung ideologi khilafah dan mengganti dasar negara Pancasila ini, lanjut putera mantan Menteri Agama era Soekarno, Saifuddin Zuhri ini adalah Perkemahan Wirakarya. "Perkemahan Wirakarya adalah tempat berdialektika, berdialog dan bersinergi menebarkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan pengalaman. Dan dengan gerakan Pramuka dalam even penyelenggaraan perkemahan ini juga merupakan tempat untuk menebarkan budaya damai, sikap saling asah dalam memahami kehidupan di negara tercinta ini," kata Menteri Agama yang didampingi seluruh Rektor PTKIN se-Indonesia ini.

Terhadap terselenggaranya perkemahan ini, Menteri Agama berharap dengan gerakan pramuka yang diselengarakan oleh kampus di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama ini agara senantiasa menjaga dan selalu menumbuhkan nasionanalisme. "Nilai-nilai yang ada di gerakan Pramuka hendaknya mampu ditransformasikan secara mutualistik ke dalam nilai-nilai agama sebagai ikhtiar membangun karakter bangsa," tegas Lukman Hakim Saifuddin yang juga seorang santri ini.

Terhadap gerakan pramuka yang berada di kampus, Lukman Hakim yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina seluruh Gerakan Pramuka di Kementerian Agama ini berharap agar gerakan Pramuka juga harus mengikuti perkembangan jaman terutama dalam hal teknologi informasi. "Media Sosial; facebook, twitter, instagram dan seterusnya harus disikapi secara arif jangan sampai melupakan realitas sosial," kata Menteri Agama mempunyai hampir setengah juta follower di twitter ini.

Kepada mahasiswa peserta perkemahan selaku generasi penerus bangsa, LHS berpesan agar menggunakan kesempatan Pekemahan Wirakarya ini untuk saling berbagi, membangun kesepahaman, mengaji, dan mengkaji ilmu pengetahuan, melakukan riset dan rihlah ilmiyah serta meneguhkan komitmen pengabdian kepada masyarakat. (@viva_tnu/dod - http://pendis.kemenag.go.id)